PSYREAL: Penerimaan Diri di Balik Jeruji Besi
Sumber foto: Pexels (diunduh 30/04/2026)
PSYREAL kali ini membahas hasil penelitian Jasmine Najla Nabilla bersama
dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya, Vania Ardelia, berjudul
“Hubungan antara Self-Acceptance dengan Resiliensi pada Narapidana” dalam
Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Kehidupan di balik “hotel prodeo”
bukan sekadar kehilangan kebebasan, tetapi juga penuh tekanan psikologis
seperti rasa bersalah, kecemasan, kesepian, dan stigma sosial. Kondisi ini
menuntut narapidana untuk memiliki kemampuan bertahan atau resiliensi agar
tetap mampu menjalani kehidupan di tengah keterbatasan .
Salah satu faktor penting yang
mendukung resiliensi adalah self-acceptance. Self-acceptance bukan berarti
membenarkan kesalahan di masa lalu, melainkan kemampuan untuk menerima diri
secara utuh termasuk kekurangan, kegagalan, dan pengalaman hidup yang pernah
terjadi. Bagi narapidana, penerimaan diri menjadi langkah awal untuk berdamai
dengan masa lalu dan mulai membangun harapan terhadap masa depan .
Penelitian dengan pendekatan
kuantitatif terhadap 105 narapidana laki-laki di Lapas Kelas I Surabaya
menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self-acceptance dan
resiliensi. Artinya, semakin tinggi penerimaan diri, semakin baik kemampuan
individu untuk bertahan. Namun, hubungan ini tergolong lemah, yang menandakan
adanya faktor lain seperti dukungan sosial dan lingkungan yang turut berperan .
Menariknya, banyak narapidana
tampak kuat secara eksternal, tetapi belum sepenuhnya berdamai dengan dirinya.
Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan mental tidak hanya terlihat dari perilaku,
tetapi juga dari proses internal individu. Dengan demikian, penerimaan diri
menjadi kunci penting dalam membangun ketahanan mental di dalam bilik tahan.
Fenomena ini relevan dengan Sustainable
Development Goals (SDGs), khususnya kesehatan mental dan kesejahteraan (SDG 3)
serta masyarakat yang inklusif dan berkeadilan (SDG 16). Oleh karena itu,
dukungan psikologis di lingkungan pemasyarakatan perlu diperkuat agar
narapidana dapat bangkit dan kembali ke masyarakat secara lebih adaptif.
Penulis: Nurul Aini Rosyida
Daftar Pustaka:
Nabilla, J. N., & Ardelia, V.
(2025). Hubungan antara self-acceptance dengan resiliensi pada narapidana.
Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 12(3), 1170–1180.
Share It On: