Psikologi Berdampak For Community: Alumni Psikologi UNESA Latih Bunda PAUD Screening Tumbuh Kembang SDIDTK
SURABAYA — Program "Psikologi Berdampak For Community" kembali menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat. Sebagai wujud keberlanjutan edukasi di akar rumput, kegiatan kali ini difokuskan pada peningkatan kapasitas para pendidik anak usia dini melalui Pelatihan Screening Tumbuh Kembang menggunakan metode SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) yang ditujukan khusus bagi para Bunda PAUD.
Menariknya, kegiatan pemberdayaan ini menghadirkan praktisi ahli yang juga merupakan “produk asli” dari Universitas Negeri Surabaya. Ia adalah Rahmawati Dwi Anggraeni, S.Psi., M.Psi., Psikolog, alumnus program S1 Fakultas Psikologi UNESA angkatan 2007. Kehadiran Rahmawati sebagai narasumber utama menjadi wujud nyata kontribusi alumni (alumnus give back) dalam membawa keilmuan psikologi agar langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Dalam sesi pelatihannya, Rahmawati membedah secara komprehensif instrumen SDIDTK kepada para peserta. Ia melatih para Bunda PAUD agar tidak sekadar berfokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga memiliki kepekaan serta keterampilan teknis dalam memantau fase perkembangan anak didiknya.
Materi yang disampaikan mencakup observasi holistik terhadap anak usia dini, mulai dari perkembangan motorik kasar dan halus, kemampuan bicara dan bahasa, hingga aspek sosialisasi dan kemandirian.
"Bunda PAUD adalah garda terdepan setelah orang tua dalam melihat dan memantau perkembangan anak sehari-hari. Melalui penguasaan instrumen SDIDTK ini, kami berharap para Bunda PAUD memiliki standar yang tepat untuk melakukan deteksi dini," papar Rahmawati di sela-sela sesi pelatihan.
Psikolog klinis ini juga menekankan bahwa langkah intervensi sangat bergantung pada kecepatan deteksi. "Jika ditemukan adanya aspek tumbuh kembang yang tidak sesuai dengan usia anak, Bunda PAUD dapat segera memberikan stimulasi yang tepat atau mengarahkan orang tua untuk berkonsultasi dengan profesional. Intervensi yang cepat dan tepat akan sangat menentukan masa depan anak," tambahnya.
Pelatihan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para Bunda PAUD yang hadir. Mereka diajak langsung melakukan simulasi screening sehingga materi yang didapat tidak hanya berupa teori, melainkan kemampuan praktis yang aplikatif.
Kegiatan "Psikologi Berdampak For Community" ini sekaligus mempertegas sinergi berkelanjutan antara sivitas akademika Fakultas Psikologi UNESA, jaringan alumni, dan elemen masyarakat. Lewat pembekalan SDIDTK ini, diharapkan ekosistem pendidikan anak usia dini yang lebih peka, sehat, dan inklusif dapat segera terwujud demi menyambut generasi penerus bangsa yang unggul.
Pelaksanaan program "Psikologi Berdampak For Community" ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Fakultas Psikologi UNESA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Peningkatan kompetensi Bunda PAUD melalui pelatihan SDIDTK berkontribusi langsung pada perwujudan SDG 4 (Pendidikan Bermutu), dengan memastikan anak-anak mendapatkan akses pada pendidikan dan pengasuhan usia dini yang berkualitas. Selain itu, upaya deteksi serta intervensi dini tumbuh kembang ini sangat selaras dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) untuk menjaga kesehatan fisik, kognitif, dan mental anak. Lebih dari itu, pelibatan alumni untuk kembali turun memberdayakan masyarakat merupakan representasi ideal dari SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), di mana sinergi antara perguruan tinggi, profesional, dan warga menjadi kunci dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Share It On: