Refleksi Idul Fitri: Momen Kembali pada Diri dan Sesama
Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Momen Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa, tetapi juga menjadi waktu yang penuh makna untuk kembali merefleksikan diri.
Dalam perspektif psikologi, Idul Fitri dapat dimaknai sebagai proses pemulihan emosi dan rekonstruksi hubungan sosial. Tradisi saling memaafkan membuka ruang bagi individu untuk melepaskan beban emosional, mengurangi konflik, serta memperkuat kembali hubungan interpersonal. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung SDG 3: Good Health and Well-being, karena kesehatan mental menjadi bagian penting dari kesejahteraan individu.
Selain itu, kebersamaan dengan keluarga dan orang terdekat turut memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis. Dukungan sosial yang hadir dalam momen ini menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental, sekaligus memperkuat hubungan sosial yang harmonis, yang berkaitan dengan SDG 16: Peace, Justice, and Strong Institutions.
Tidak hanya sebagai tradisi, Idul Fitri juga menjadi ruang pembelajaran sosial yang mendukung nilai-nilai kebersamaan dan empati, yang sejalan dengan SDG 4: Quality Education, khususnya dalam pengembangan karakter dan keterampilan sosial individu.
Melalui Idul Fitri, diharapkan setiap individu dapat kembali dengan hati yang lebih tenang, hubungan yang lebih harmonis, serta semangat baru dalam menjalani kehidupan ke depan.
Penulis: Helnemia Crystin
Share It On: