PSYREAL: Menyelami Keputusasaan Mahasiswa Dan Pentingnya Dukungan Sosial
Sumber Foto: Atlantic Health
PSYREAL (Psychology Reseach And Learning). Pada edisi kali
ini, psyreal membahas penelitian dari Tim Dosen Fakultas Psikologi UNESA karya
Diana Rahmasari, M.Psi., Psikolog dan Annisa Azzahra Utomo berjudul “Gambaran
Hopelessness pada Mahasiswa yang Memiliki Ide Bunuh Diri”.
Fenomena bunuh diri di kalangan mahasiswa menjadi perhatian
serius bagi dunia pendidikan dan psikologi. Berdasarkan data WHO (2023), lebih
dari 700.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun, dan kelompok usia
15–29 tahun menempati posisi keempat sebagai penyebab kematian tertinggi. Di
Indonesia, Polri mencatat 971 kasus bunuh diri sepanjang Januari–Oktober 2023,
menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya. Penelitian dosen Fakultas
Psikologi UNESA ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis terhadap lima
mahasiswa yang memiliki ide bunuh diri, dengan tujuan memahami secara mendalam
perasaan hopelessness (keputusasaan) yang mereka alami.
Hasil penelitian menemukan tiga aspek utama hopelessness:
feeling about the future (pandangan terhadap masa depan), loss of motivation
(kehilangan motivasi), dan future expectation (harapan terhadap masa depan).
Sebagian besar responden menggambarkan masa depan sebagai sesuatu yang tidak
pasti dan menakutkan. Tekanan akademik, masalah keluarga, serta ekspektasi
sosial menjadi pemicu utama munculnya rasa putus asa.
“Mahasiswa dengan tingkat hopelessness tinggi sering merasa
hidupnya tidak berarti dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu
disukai,” tulis peneliti dalam laporannya. Dari ketiga aspek tersebut, loss of
motivation menjadi faktor paling kuat yang memunculkan ide bunuh diri. Fakultas
Psikologi UNESA melalui program seperti Psyreal berkomitmen mendukung Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3: Good Health and Well-Being, dengan
cara meningkatkan kesadaran masyarakat kampus terhadap isu kesehatan mental.
Penelitian ini menjadi bukti nyata kontribusi UNESA dalam upaya pencegahan
bunuh diri dan peningkatan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Melalui penelitian ini, diharapkan seluruh civitas akademika dapat menumbuhkan empati dan kepedulian, agar kampus menjadi tempat yang bukan hanya mendidik secara intelektual, tetapi juga menumbuhkan kesehatan mental dan kualitas hidup yang lebih baik bagi setiap mahasiswa.
Penulis: Yumna Lady Zuhura
Share It On: