Dosen Psikologi UNESA Edukasi Tantangan Kesehatan Mental Ibu di Radio Suara Surabaya
Surabaya — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus berkomitmen dalam meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi Dosen Psikologi UNESA, Lely Nur Azizah, M.Si, yang memberikan edukasi mengenai tantangan kesehatan mental ibu dalam siaran Radio Suara Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Lely menyampaikan bahwa tantangan kesehatan mental ibu tidak dapat dipandang secara sederhana. Ia menjelaskan bahwa jumlah anak sering kali dianggap sebagai faktor utama kelelahan ibu, padahal berdasarkan kajian psikologi, beban mental dan emosional ibu dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk meningkatnya mental load, keterbatasan waktu pemulihan psikologis, serta dukungan dari lingkungan sekitar.
“Beban yang dialami ibu tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga kognitif dan emosional, seperti mengelola kebutuhan setiap anak, jadwal aktivitas, hingga dinamika relasi dalam keluarga,” ujar Lely.
Lebih lanjut, ia memaparkan perbedaan antara kelelahan biasa dan kelelahan emosional atau parental burnout. Menurutnya, kelelahan biasa masih memungkinkan ibu untuk pulih setelah beristirahat, sementara burnout ditandai dengan kelelahan yang berkepanjangan, menurunnya keterlibatan emosional, serta munculnya perasaan tidak kompeten dalam menjalani peran sebagai orang tua.
Dalam siaran tersebut, Lely juga memberikan perspektif psikologi perkembangan terkait ibu bekerja. Ia menegaskan bahwa anak dapat ditinggal bekerja selama kebutuhan emosional anak tetap terpenuhi melalui relasi yang konsisten dan responsif. “Kualitas hubungan antara ibu dan anak menjadi kunci utama dalam perkembangan psikologis anak,” jelasnya.
Selain itu, Lely menekankan pentingnya kemampuan ibu dalam menetapkan batas sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental. Menurutnya, batas yang sehat membantu ibu mengelola peran secara lebih adaptif dan menjadi teladan bagi anak dalam hal regulasi emosi.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pasangan dan keluarga sebagai sistem pendukung utama. Dukungan yang memadai, baik secara emosional maupun dalam pembagian tanggung jawab, terbukti menjadi faktor protektif terhadap risiko burnout pada ibu.
Melalui edukasi ini, UNESA berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental ibu sebagai bagian dari kesejahteraan keluarga. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi sivitas akademika UNESA dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penyebaran pengetahuan berbasis keilmuan.
Share It On: