Hawthorne Effect, Perhatian Sosial, dan Perubahan Perilaku
Sumber foto: The Hawthorne Effect | Baltimore-Management
Perubahan perilaku seseorang tidak selalu disebabkan oleh sistem atau aturan baru, tetapi sering kali dipicu oleh perhatian yang diterimanya. Fenomena ini dikenal sebagai Hawthorne Effect, yaitu kecenderungan individu untuk mengubah perilakunya ketika menyadari bahwa dirinya sedang diamati.
Dalam kehidupan sehari-hari, Hawthorne Effect mudah ditemukan, terutama di lingkungan pendidikan dan kerja. Seorang siswa, misalnya, cenderung lebih fokus dan aktif berdiskusi ketika guru berdiri di dekatnya atau secara langsung memperhatikan proses belajarnya. Di tempat kerja, karyawan dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik saat atasan melakukan monitoring langsung, meskipun tidak ada perubahan beban kerja atau fasilitas.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perhatian, pengakuan, dan kehadiran sosial memiliki dampak besar terhadap motivasi individu. Oleh karena itu, Hawthorne Effect sering dimanfaatkan secara positif untuk menciptakan lingkungan yang lebih produktif, selama diterapkan secara etis dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan.
Dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs), Hawthorne Effect berkaitan erat dengan SDG 4 (Quality Education) melalui penciptaan suasana belajar yang suportif, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) yang menekankan pentingnya lingkungan kerja yang memperhatikan kesejahteraan psikologis. Pemahaman terhadap aspek psikologis ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan produktivitas kerja secara berkelanjutan. Penulis: Helnemia Crystin
Referensi: McCarney, R., Warner, J., Iliffe, S., van Haselen, R., Griffin, M., & Fisher, P. (2007). The Hawthorne Effect: A randomised, controlled trial. BMC Medical Research Methodology.
Share It On: