Multitasking: Membantu atau Menghambat Produktivitas?
Sumber foto: pexel.com (di unduh 6/4/2026)
SURABAYA— Multitasking sering dianggap sebagai cara cepat untuk
menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus. Tidak sedikit orang merasa lebih
produktif saat bisa mengerjakan beberapa tugas dalam waktu bersamaan.
Namun, dalam kajian psikologi kognitif, anggapan tersebut tidak
sepenuhnya benar. Menurut penelitian Clifford Nass dan tim dari Stanford
University, individu yang terbiasa multitasking justru cenderung mengalami
penurunan kemampuan dalam memfilter informasi dan mengelola perhatian. Otak
manusia pada dasarnya tidak benar-benar melakukan multitasking, melainkan task
switching, yaitu berpindah fokus dari satu tugas ke tugas lain dengan cepat.
Menurut David E. Meyer, proses perpindahan fokus ini membutuhkan waktu
dan energi kognitif tambahan sehingga dapat menurunkan efisiensi kerja. Hal ini
juga diperkuat oleh penelitian Gloria Mark dari University of California Irvine
yang menunjukkan bahwa seringnya gangguan dan perpindahan tugas dapat
meningkatkan stres serta memperlambat penyelesaian pekerjaan.
Selain menurunkan kualitas kerja, multitasking juga berdampak pada
kondisi mental, seperti kelelahan kognitif (mental fatigue), menurunnya daya
ingat jangka pendek, serta meningkatnya distraksi. Oleh karena itu, pendekatan
single-tasking atau fokus pada satu tugas dalam satu waktu dinilai lebih
efektif untuk meningkatkan konsentrasi dan kualitas hasil kerja.
Fenomena ini menunjukkan bahwa produktivitas tidak ditentukan oleh
banyaknya tugas yang dikerjakan sekaligus, melainkan dari kemampuan mengelola
fokus secara tepat. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs 3 (Good Health and
Well-Being) dalam menjaga kesehatan mental, serta SDGs 4 (Quality Education)
yang menekankan pentingnya konsentrasi dalam proses belajar.
Ophir, E., Nass, C., & Wagner, A. D. (2009). Cognitive control in
media multitaskers. Proceedings of the National Academy of Sciences, 106(37),
15583–15587. https://doi.org/10.1073/pnas.0903620106
Meyer, D. E., Evans, J. E., & Rubinstein, J. S. (2001). Executive
control of cognitive processes in task switching. Psychological Review, 108(1),
122–146.
Mark, G., Gudith, D., & Klocke, U. (2008). The cost of interrupted
work: More speed and stress. In Proceedings of the SIGCHI Conference on Human
Factors in Computing Systems (pp. 107–110).
https://doi.org/10.1145/1357054.1357072
Penulis: Nurul Aini Rosyida
Share It On: