MINDSET: Burnout, Istilah yang Sering Kita Pakai tapi Jarang Kita Pahami
Sumber foto: pexel (di unduh 22/11/25)
Sering dengar temen bilang“Duh lagi burnout nih, nggak bisa mikir”
atau jangan-jangan kamu sendiri yang sering begitu? Ketika tugas numpuk,
deadline mepet, dan hidup terasa kayak dikejar-kejar, kata burnout
jadi kalimat andalan mahasiswa. Tapi sebenarnya, burnout itu apa sih? Kenapa mahasiswa sering banget ngalaminya?
Dalam psikologi, burnout bukan cuma rasa capek biasa. brunout adalah kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental yang
muncul akibat stress yang berlangsung terus-menerus tanpa ada jeda untuk kita
bisa pulih. Ini bukan sekadar capek biasa habis kuliah seharian. Burnout membuat kamu merasa jenuh secara
mendalam, kehilangan motivasi, mudah frustrasi, dan merasa jauh dari aktivitas
yang sebenarnya dulu kamu nikmati. Rasanya seperti menjalani hari hanya dengan
autopilot tanpa bisa fokus.
Menurut Maslach & Jackson (1981), burnout muncul ketika tuntutan terus
meningkat, sementara energi, dukungan, atau waktu istirahat tidak sebanding. Ibaratnya,
kita mengisi jadwal penuh dari pagi sampai malam, tapi lupa menyediakan waktu
buat istirahat yang berkualitas. Semakin lama, tubuh dan pikiran mulai “mogok”,
dan munculah rasa lelah yang dalam, hingga rasa tidak mampu melakukan apa pun
seperti biasanya.
Sebagai mahasiswa, kondisi ini gampang banget terjadi. Kuliah yang padat, kegiatan organisasi, tuntutan akademik, ekspektasi diri sendiri, sampai tekanan lingkungan sering bertumpuk tanpa sadar. Mahasiswa kerap kali memaksakan diri untuk terus produktif, padahal tubuh dan pikiran sudah terlalu lelah.
Untuk pulih dari burnout, kita butuh proses recovery bukan sekadar tidur
lama, tapi memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk benar-benar tenang. Ini
bisa lewat mengurangi beban secara bertahap, menata ulang jadwal, mencari
dukungan teman, atau melakukan aktivitas sederhana yang bikin kita merasa hidup
lagi. Seperti jalan santai, journaling, nonton film atau , sekadar duduk sebentar
tanpa memikirkan apa pun.
Burnout
bukan bearti kita lemah. Burnout adalah sinyal tubuh agar kita beristirahat, jadi
kalau akhir-akhir ini kamu merasa lelah luar biasa, kehilangan semangat, atau
ngerasa “kosong” tanpa alasan jelas, mungkin itu waktunya kamu memberi diri
sendiri jeda.
Sumber: Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981).
The measurement of experienced burnout. Journal
of Organizational Behavior, 2(2), 99–113.
Penulis: Nurul Aini Rosyida
Share It On: