Konsistensi Perkuliahan: Hasil Nyata dari Kerja Keras
Setiap mahasiswa punya cerita dan ritmenya masing-masing
dalam menjalani perkuliahan. Ada yang berjalan
pelan, ada pula yang menemukan jalannya lebih cepat. Bagi Fahmi Aditya Firmansyah
atau Adit, masa kuliah adalah ruang belajar yang bukan hanya soal nilai, tapi
juga tentang bagaimana memaksimalkan kesempatan yang ada.
Mahasiswa Psikologi angkatan 2022 ini kini tengah berada di
tahap akhir perkuliahan dengan
menyiapkan berkas SPK dan yudisium. Selama semester 1 hingga 7, Adit dikenal
aktif dan konsisten, termasuk dipercaya menjadi PJ mata kuliah. Di luar kelas,
ia mengembangkan minat dan kemampuannya melalui organisasi, mulai dari Himpunan
Mahasiswa Psikologi hingga tingkat fakultas, dengan berbagai pencapaian dan
penghargaan yang diraih bersama tim.
Pengalaman Adit semakin lengkap dengan keikutsertaannya
dalam program MBKM pertukaran
mahasiswa ke UNJ serta magang selama enam bulan sebagai recruiter di sebuah
perusahaan di
Cikarang. Sejak semester 6, ia juga telah mempersiapkan skripsinya dengan
menentukan fokus riset, menyiapkan variabel dan literatur, hingga menyesuaikan
dosen pembimbing, yang membantunya menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun.
Perjalanan akademik Adit juga sejalan dengan nilai-nilai Sustainable
Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)
dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui akses
pendidikan yang ia peroleh sebagai penerima KIP-K serta keterlibatannya dalam
program MBKM dan magang, Adit menunjukkan bagaimana pendidikan inklusif dan
kesempatan belajar yang setara dapat mendorong pengembangan kapasitas individu
sekaligus kesiapan menghadapi dunia kerja.
Sebagai penerima KIP-K dan sarjana pertama di keluarganya,
perjalanan Adit tidak lepas dari
tantangan, terutama soal finansial. Meski begitu, dukungan keluarga dan tekad
untuk terus berusaha membuatnya mampu bertahan dan bangkit di setiap fase
perkuliahan.
Melalui ceritanya, Adit berpesan agar mahasiswa, khususnya
penerima KIP-K, tidak merasa
tertinggal dan terus fokus pada proses masing-masing. Perbedaan bukan untuk
dibandingkan,
melainkan dijadikan motivasi untuk terus melangkah dan berkembang.
Share It On: