PSYQUICK : Stereotipe Introvert sebagai Pribadi Pendiam dan Ekstrovert sebagai Pribadi Ramah
Di era ini masyarakat beranggapan bahwa orang introvert
adalah pribadi yang pendiam dan sulit bergaul, sedangkan ekstrovert dianggap
ramah dan mudah berteman. Pandangan ini kemudian
berkembang menjadi stereotipe yang melekat
di masyarakat. Akibatnya, banyak orang
menilai kepribadian orang secara cepat tanpa memahami individu secara
keseluruhan.
Dalam teori Carl Jung, tipe kepribadian introvert dan
ekstrovert dibedakan oleh cara individu mengarahkan energi psikologisnya. Carl Jung
menjelaskan bahwa introvert memiliki kecenderungan berorientasi ke dalam diri,
sedangkan ekstrovert lebih berorientasi ke lingkungan luar. Perbedaan ini tidak
berarti bahwa introvert tidak suka bersosialisasi atau ekstrovert selalu pandai
bergaul, tetapi lebih pada cara individu memperoleh energi dan merespons
lingkungan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, individu dengan tipe
kepribadian introvert umumnya lebih nyaman dengan aktivitas yang melibatkan
dunia internal, seperti berpikir, merenung, dan melakukan kegiatan secara
mandiri. Mereka cenderung menyukai suasana yang tenang, memiliki banyak
pertimbangan sebelum bertindak, serta membutuhkan waktu sendiri untuk
memulihkan energi setelah berinteraksi sosial. Hal ini sering membuat introvert
dianggap pendiam atau kurang suka bergaul, padahal mereka tetap mampu
bersosialisasi, hanya dengan cara yang lebih selektif.
Di sisi lain , individu ekstrovert lebih mudah memperoleh
energi dari interaksi dengan lingkungan luar. Mereka biasanya terbuka, aktif,
dan menikmati kegiatan sosial bersama orang lain. Ekstrovert sering terlihat
lebih ramah dan mudah beradaptasi karena merasa nyaman berada di tengah banyak
orang. Namun, kecenderungan tersebut tidak berarti ekstrovert selalu lebih baik
dalam hubungan sosial, karena dalam situasi tertentu mereka dapat menjadi
kurang fokus atau mudah bosan, terutama ketika harus melakukan aktivitas yang membutuhkan
konsentrasi tinggi.
Pemahaman yang tepat mengenai perbedaan kepribadian introvert dan ekstrovert penting untuk mengurangi stereotipe yang dapat memengaruhi kondisi psikologis individu. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs 3 (Good Health and Well-Being) yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih suportif dan inklusif.
Sumber :
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN (ANXIETY) DENGAN CIRI KEPRIBADIAN (INTROVERT DAN EKSTROVERT) PADA REMAJA DI SMP NEGERI 26 KOTA MALANG (Relationship of Anxiety Levels With Personality Traits (Introvert and Extrovert) Characteristics in Adolescents in SMP Negeri 26 Kota Malang) Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas 1 , Neni Maemunah 2 1,2 Dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Tribhuwana Tunggadewi. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/1729855.
Putri, D. A., & Rahman, A. (2019). Perbedaan penerimaan teman sebaya antara remaja introvert dan ekstrovert. Jurnal Psikologi, 14(1), 1–10.
Share It On: