PAYQUICK: Bagaimana Pikiran Mengatur Rasa Sakit: Memahami Gate Control Theory
Sumber foto: https://www.fairviewrehabcentre.com/2024/08/31/interferential-current-ifc-and-pain-management-history/
Rasa sakit ternyata tidak sesederhana “ada luka lalu terasa sakit”. Menurut Gate Control Theory dari Melzack dan Wall, tubuh kita memiliki “gerbang” di sumsum tulang belakang yang berfungsi seperti pintu otomatis. Gerbang ini menentukan apakah sinyal nyeri dari tubuh boleh diteruskan ke otak atau tidak. Karena itu, rasa sakit sebenarnya merupakan kombinasi antara kondisi fisik dan keadaan psikologis.
Pertama, ketika tubuh mengalami rangsangan seperti terbentur, panas, atau tergores, saraf di area tersebut mengirim sinyal ke gerbang. Namun, sinyal fisik ini bukan satu-satunya hal yang menentukan intensitas nyeri. Otak juga mengirimkan sinyal ke bawah, dipengaruhi oleh emosi, perhatian, dan pengalaman sebelumnya. Saat seseorang merasa cemas, takut, atau panik, gerbang lebih mudah terbuka sehingga rasa sakit terasa lebih kuat. Sebaliknya, ketika seseorang tenang, merasa aman, atau teralihkan, gerbang cenderung menutup sehingga rasa sakit berkurang.
Selain itu, tubuh memiliki serabut saraf besar dan kecil. Serabut kecil membawa sinyal nyeri dan biasanya membuka gerbang, sedangkan serabut besar membawa sinyal sentuhan atau tekanan dan dapat membantu menutup gerbang. Itulah alasan alami mengapa seseorang langsung mengusap area yang terbentur—sentuhan itu mengaktifkan serabut besar yang membantu menurunkan rasa sakit.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari cukup banyak. Misalnya, anak kecil yang jatuh sering merasa lebih sakit ketika ia panik, tetapi rasa sakitnya berkurang ketika orang tua mengalihkan perhatiannya. Atau kasus seseorang yang melihat paku menancap di sepatunya dan merasa sangat sakit, padahal paku itu tidak mengenai kakinya. Pikiran dan emosi ikut mengatur rasa sakit melalui gerbang ini.
Pemahaman tentang mekanisme ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-Being, karena membantu masyarakat memahami kesehatan fisik dan mental secara lebih menyeluruh.
Referensi:
Melzack, R., & Wall, P. D. (1965). Pain mechanisms: A new theory. Science, 150(3699), 971-979.
Melzack, R. (1999). From the gate to the neuromatrix. Pain, 82(Supplement 1), S121
Penulis: Helnemia Crystin
Share It On: