Webinar Perpus Muter Kampus: Kupas Tuntas Strategi Mahasiswa Tembus Jurnal Internasional Bereputasi
Dalam upaya mendorong budaya riset dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah di kalangan akademisi muda, program "Perpus Muter Kampus" kembali menyelenggarakan webinar Putaran 3 Etape 7 pada Rabu (30/9/2026). Mengusung tema "RESEARCH TO SCOPUS: Strategi Menyusun Karya Ilmiah hingga Publikasi di Jurnal Top-Tier bagi Mahasiswa," acara ini sukses digelar secara daring melalui platform Zoom mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB.
Tantangan menyusun karya ilmiah yang memenuhi standar jurnal bereputasi internasional kerap menjadi hambatan utama bagi mahasiswa. Menjawab keresahan tersebut, webinar ini dirancang khusus sebagai wadah bagi "Sobat Literasi" untuk membedah langkah-langkah taktis dan strategis dalam mengubah tugas akhir atau riset mandiri menjadi artikel yang layak bersaing di jurnal top-tier sekelas Scopus.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Dr. M. Fakhruddin Al Razi, M.Psi., seorang akademisi dan pakar di bidang Psikologi. Dalam pemaparannya, Dr. Fakhruddin membagikan wawasan komprehensif mengenai siklus publikasi ilmiah. Beliau membahas mulai dari cara menemukan kebaruan (novelty) penelitian, menyusun kerangka penulisan yang memikat reviewer, hingga tips menghadapi proses peninjauan sejawat (peer-review).
Ia menekankan bahwa publikasi di jurnal berskala internasional bukanlah suatu hal yang mustahil bagi mahasiswa, asalkan mereka mau memahami standarisasi bahasa, ketajaman analisis, dan strategi pemilihan jurnal yang tepat sasaran. Pendekatan narasumber yang relevan dengan dinamika mahasiswa membuat materi yang berat menjadi lebih mudah dipahami.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara berlangsung, dibuktikan dengan berbagai pertanyaan kritis seputar hambatan penulisan dan ketakutan akan penolakan (rejection) dari jurnal.
Melalui kegiatan "Perpus Muter Kampus" ini, diharapkan para mahasiswa tidak lagi kebingungan dalam memetakan arah riset mereka. Sebaliknya, mereka diharapkan semakin termotivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata dan diakui di kancah internasional.
Share It On: