Shelma Ayu Desearsa Menapaki Karier sebagai Entrepreneur Berbekal Ilmu Psikologi
Shelma Ayu Desearsa,
S.Psi., CPS seorang alumni Psikologi UNESA angkatan 2019 yang kini menjalani
karier sebagai entrepreneur. Shelma merupakan Founder dan CEO SHERIZ Beauty,
bisnis yang telah ia rintis sejak duduk di
bangku kuliah. Selain itu, Shelma juga aktif sebagai speaker dalam berbagai
kegiatan entrepreneurship dan kepemudaan. Shelma juga telah meraih berbagai
penghargaan, di antaranya Perempuan Muda Inspiratif, Entrepreneur Muda
Inspiratif, serta penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan UMKM dan
pemberdayaan generasi muda.
SHERIZ Beauty bermula
ketika Shelma duduk di semester tiga. Saat pandemi COVID-19 melanda hingga
membuat berbagai aktivitas harus dilakukan dari rumah, ia justru melihat
situasi ini sebagai kesempatan untuk mencoba hal baru. Shelma kemudian memulai
bisnis produk kecantikan berupa body lotion. Bisnis ini terus berkembang dan
kini memiliki berbagai produk kecantikan.
Ketertarikan Shelma
terhadap dunia bisnis sebenarnya sudah muncul sejak SMP. La mengaku sudah
senang berjualan dan belajar mengenai wirausaha sejak usia tersebut. Ketika
kemudian memilih Psikologi UNESA sebagai pilihan studinya, Shelma ingin
memperoleh bekal untuk memahami manusia dan menjalani kehidupan. Bekal inilah
yang kemudian membantunya dalam mengembangkan bisnis.
“Psikologi ini kan ilmu
yang memang kita bawa hidup. Jadi psikologi ini membawa manfaat sekali dalam
hidup, untuk menentukan pilihan, dan untuk bekal kita itu sangat penting,”
ujarnya.
Shelma menuturkan bahwa
ilmu yang dipelajari selama kuliah ternyata memiliki hubungan yang erat dengan
pekerjaannya. Pemahaman mengenai karakter manusia membantunya ketika berhadapan
dengan orang lain dalam bisnis, mulai dari proses rekrutmen hingga mengelola
karyawan. Ia juga merasa ilmu psikologi membantunya dalam berkomunikasi,
membangun relasi, dan memahami bagaimana sebuah organisasi dapat berjalan.
“Saya juga berharap nanti
semakin banyak lagi alumni-alumni psikologi yang juga membuka peluang entrepreneur
seperti kami,” ungkapnya.
Menjadi mahasiswa sekaligus
menjalankan bisnis membuat Shelma harus belajar mengatur waktu sejak usia muda.
Ia mengaku banyak mengurangi waktu untuk berkumpul bersama teman karena harus
membagi perhatian antara perkuliahan dan usaha. Di sisi lain, tanggung jawabnya
sebagai pemilik bisnis juga membuatnya harus belajar menjadi seorang pemimpin
ketika usianya masih 19 tahun.
“Ya tentu ada resikonya,
seperti kehilangan masa muda. Saya jarang nongkrong sama teman-teman, jarang
ngopi, jarang ikut konser dan lain-lain. Jadi memang fokusnya waktu saya hanya
berkuliah dan membangun usaha,” ungkapnya.
Meski harus membagi waktu
antara kuliah dan bisnis, Shelma tetap berhasil menyelesaikan pendidikannya
tepat waktuu. Shelma bahkan berhasil meraih predikat cum laude dan menjadi
salah satu lulusan terbaik di UNESA. Perjalanan tersebut juga yang
mengantarkannya meraih sejumlah penghargaan. Seperti yang dijabarkan diawal
Shelma meraih penghargaan sebagai Perempuan Muda Inspiratif dan Entrepreneur
Muda Inspiratif, serta berbagai penghargaan atas kontribusinya dalam
pengembangan UMKM dan pemberdayaan generasi muda.
Dalam menjalankan usaha,
Shelma juga tidak terlepas dari berbagai tantangan. Persaingan industri
kecantikan yang semakin ketat serta perubahan kebijakan marketplace membuatnya
harus terus beradaptasi. Karena memulai bisnis tanpa pengalaman bekerja secara
profesional sebelumnya, banyak keputusan yang harus ia pelajari melalui
pengalaman langsung.
Berbagai rintangan
tersebut justru membuat Shelma belajar untuk tidak mudah menyerah. Baginya,
keberanian untuk mencoba harus diikuti dengan konsistensi dalam menjalani
pilihan yang telah diambil.
“Kalau misalnya mau
berhasil harus punya mental yang kuat dalam menjalani dan harus bisa konsisten
dengan apa yang kita usahakan,” tuturnya.
Shelma berharap semakin
banyak lulusan Psikologi UNESA yang dapat berprestasi dan memiliki pilihan
karier yang beragam. Menurutnya, mahasiswa Psikologi juga memiliki peluang
untuk mengembangkan karier di dunia kewirausahaan dan menciptakan peluang bagi
orang lain.
“Saya harap juga
adik-adikku bisa memberikan prestasi-prestasi, memberikan kebanggaan buat almamater
kita tercinta,” ujarnya.
Kepada mahasiswa
Psikologi UNESA yang masih mencari arah karier dan takut untuk memulai, Shelma
menyampaikan agar tidak terlalu takut dengan masa depan. Menurutnya, setiap
orang memiliki pilihan masing-masing dalam menentukan karier, termasuk bagi
mahasiswa psikologi yang ingin menjadi entrepreneur.
“Jangan takut dengan masa
depan. Kita harus berani mengambil risiko, berani memulai, dan tetap konsisten
dengan apa yang kita jalani. Karena dengan terus berusaha dan belajar, kita
akan menemukan jalan untuk mencapai apa yang kita inginkan,” pesannya.
Perjalanan Shelma menjadi
bukti bahwa ilmu psikologi dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk
kewirausahaan. Kiprahnya dalam mengembangkan SHERIZ Beauty, meraih berbagai
penghargaan, serta berkontribusi dalam pengembangan UMKM dan pemberdayaan
generasi muda sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya
SDG 8: Decent Work and Economic Growth dan SDG 5: Gender Equality.
Share It On: