Meniti Karier dengan Totalitas, Ely Indah Puspitasari Bangun Karier di Dunia HR Berbekal Pengalaman Selama Kuliah
Bagi sebagian mahasiswa, menentukan bidang yang ingin
ditekuni setelah lulus bukanlah hal yang mudah. Hal tersebut juga dirasakan
oleh Ely Indah Puspitasari, S.Psi., alumni Psikologi Universitas Negeri
Surabaya (Unesa) angkatan 2018. Setelah melalui berbagai pengalaman selama masa
kuliah, Ely kini menekuni karier sebagai HR Generalist di PT Delifru
Utama Indonesia, perusahaan manufaktur F&B yang berlokasi di Gresik.
Sebelum sampai pada posisi tersebut, Ely sempat membangun
pengalaman selama 2 tahun di industri hospitality di Malang. Dengan latar
belakang pendidikan Psikologi dan IPK 3,73, perjalanan kariernya tidak
serta-merta langsung mengarah pada Psikologi Industri dan Organisasi (PIO).
Justru, proses menemukan bidang yang sesuai menjadi bagian penting dalam
perjalanan kuliahnya.
Selama menjadi mahasiswa, Ely mencoba berbagai pengalaman
dan rumpun psikologi. Ia pernah menjalani PKL di bidang klinis di rumah sakit
jiwa, mengerjakan skripsi dengan topik sosial, hingga menjadi asisten dosen di
bidang Psikologi Industri dan Organisasi. Berbagai pengalaman tersebut
membuatnya semakin memahami bidang apa yang ingin ia tekuni.
“Ternyata pengembangan SDM itu cukup menarik, ya, karena
enggak cuma individu secara ini aja yang kita lihat, tapi kompleks kayak gitu,
hubungan-hubungannya industrial juga kayak gitu. Akhirnya saya milih untuk
berakhir di PIO setelah pencarian cukup panjang, ya, semua aku coba.”
Bagi Ely, ketertarikannya pada PIO muncul karena bidang
tersebut tidak hanya melihat individu, tetapi juga bagaimana manusia
berinteraksi dan bekerja dalam sebuah organisasi. Dari situlah ia mulai
membangun karier di bidang Human Resources.
Saat ini, sebagai HR Generalist, Ely memiliki tanggung jawab
yang cukup beragam. Mulai dari proses rekrutmen, pelatihan dan pengembangan
karyawan, hingga terlibat dalam tim keamanan pangan yang berkaitan dengan audit
internasional. Pengalamannya di dunia kerja juga membawanya menghadapi berbagai
situasi yang tidak selalu mudah, salah satunya adalah ketika harus terlibat
dalam proses pemutusan hubungan kerja karyawan dalam skala besar.
Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa bekerja di bidang
HR tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap
manusia. Kondisi sosial, budaya lokal, hingga cara berkomunikasi dengan
karyawan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Bagi Ely, menghadapi situasi
seperti itu justru menjadi kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.
Menariknya, berbagai ilmu yang ia dapatkan selama
mempelajari psikologi juga tetap ia gunakan dalam pekerjaannya saat ini.
Menurutnya, pengalaman mempelajari lebih dari satu rumpun psikologi selama
kuliah bukanlah sesuatu yang sia-sia.
“Meskipun saya sebagai HR Generalist PIO, ternyata
pembelajaran dari klinis, pendidikan, dan rumpun lainnya semuanya terpakai.
Jadi, belajar lebih dari satu rumpun bukanlah hal yang mubazir.”
Selain pengalaman akademik, Ely juga melihat pengalaman di luar
kelas sebagai bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia
kerja. Berdasarkan pengalamannya terlibat dalam proses rekrutmen, ia melihat
bahwa perusahaan tidak hanya mempertimbangkan nilai akademik atau IPK. Cara
berpikir, pengalaman, kemampuan beradaptasi, serta pengalaman bekerja sama
dengan orang lain juga menjadi hal yang diperhatikan.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya
berfokus pada perkuliahan. Mengikuti organisasi, mencoba pengalaman baru, dan
berani mengeksplorasi berbagai bidang dapat membantu mahasiswa mengenali
kemampuan sekaligus menentukan arah kariernya.
Perjalanan Ely menunjukkan bahwa menemukan arah karier tidak
selalu harus dilakukan sejak awal. Terkadang, seseorang perlu mencoba berbagai
hal terlebih dahulu sebelum akhirnya menemukan bidang yang benar-benar ingin
ditekuni. Dari pengalaman di berbagai rumpun psikologi hingga akhirnya
berkarier di dunia HR, Ely membuktikan bahwa setiap pengalaman selama masa
kuliah dapat menjadi bekal untuk perjalanan profesional di kemudian hari.
Share It On: