Mengapa Kita Bertindak? Memahami Perilaku melalui Theory of Planned Behavior
Sumber gambar: https://idtesis.com
Theory of Planned Behavior (TPB) yang dikemukakan oleh Icek Ajzen menjelaskan bahwa perilaku individu tidak terjadi secara spontan, melainkan melalui niat (intention) yang dipengaruhi oleh sikap (attitude), norma subjektif (subjective norm), dan persepsi kontrol perilaku (perceived behavioral control). Sikap mencerminkan bagaimana individu menilai suatu perilaku, norma subjektif berkaitan dengan tekanan atau dukungan sosial dari lingkungan, sedangkan perceived behavioral control menunjukkan sejauh mana individu merasa mampu untuk melakukan perilaku tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari, teori ini memberikan pemahaman bahwa perubahan perilaku tidak hanya bergantung pada keinginan semata, tetapi juga pada interaksi antara faktor kognitif, sosial, dan keyakinan diri. Individu yang memiliki sikap positif terhadap suatu perilaku, berada dalam lingkungan yang mendukung, serta memiliki keyakinan terhadap kemampuannya, cenderung memiliki niat yang lebih kuat untuk bertindak dan mewujudkan perilaku tersebut.
Makna penting dari TPB adalah bahwa perilaku manusia bersifat dapat dibentuk (modifiable). Kegagalan dalam melakukan suatu perilaku tidak selalu disebabkan oleh kurangnya motivasi, melainkan dapat dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang tidak mendukung atau rendahnya persepsi kontrol diri. Oleh karena itu, perubahan perilaku yang efektif memerlukan pendekatan yang komprehensif, yaitu melalui pembentukan sikap yang positif, penciptaan lingkungan sosial yang suportif, serta penguatan keyakinan individu terhadap kemampuannya.
Dalam konteks yang lebih luas, pemahaman ini relevan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong perilaku sehat dan kesejahteraan (SDG 3) serta menciptakan lingkungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan (SDG 11). Dengan demikian, Theory of Planned Behavior tidak hanya membantu memahami perilaku individu, tetapi juga memberikan kontribusi dalam merancang intervensi sosial yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Referensi:
The Theory of Planned Behavior Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
Predicting Health Behaviour Using TPB
Armitage, C. J., & Conner, M. (2001). Efficacy of the theory of planned behaviour: A meta‐analytic review. British Journal of Social Psychology, 40(4), 471 499. https://doi.org/10.1348/014466601164939
Penulis: Helnemia Crystin
Share It On: