“Kepingan Intan”: Membaca Kerentanan Remaja dari Balik Kasus, Mahasiswa Baru Psikologi UNESA Belajar dari Praktisi BK
Surabaya, Fakultas Psikologi UNESA — Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kegiatan Bedah Kasus bertajuk “Kepingan Intan: Menempa Kilau di Tengah Kerentanan Jiwa Remaja” pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan yang ditujukan bagi mahasiswa baru Fakultas Psikologi UNESA tahun 2026 ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali berbagai persoalan sosial dan psikologis yang dihadapi remaja melalui perspektif praktis dari tenaga profesional di bidang Bimbingan dan Konseling (BK).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 7, Gedung Psikologi Olahraga, Fakultas Psikologi UNESA tersebut menghadirkan dua fasilitator yang merupakan alumni Psikologi UNESA sekaligus praktisi BK, yaitu Ronizar Abdillah, S.Psi., Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 28 Surabaya, serta Danang Adi Satrio, S.Psi., Gr., Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 40 Surabaya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru tidak hanya diajak memahami persoalan remaja secara konseptual, tetapi juga melihat bagaimana berbagai permasalahan tersebut muncul dalam kehidupan nyata di lingkungan pendidikan. Pengalaman para fasilitator menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai dinamika remaja, relasi keluarga, permasalahan sosial, serta tantangan psikologis yang dapat memengaruhi proses perkembangan dan kesejahteraan remaja.
Sesi bedah kasus dilaksanakan melalui pemaparan kasus dan diskusi yang mendorong peserta untuk melihat suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang. Mahasiswa diajak untuk membangun kepekaan terhadap kondisi psikologis remaja sekaligus memahami pentingnya pendekatan yang tepat dalam menghadapi permasalahan yang ditemukan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Kehadiran praktisi BK dalam kegiatan tersebut juga memperkenalkan mahasiswa pada keterkaitan antara ilmu psikologi dan praktik layanan di lapangan. Perspektif tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami bahwa persoalan psikologis remaja tidak berdiri sendiri, melainkan dapat berkaitan dengan kondisi keluarga, lingkungan sosial, relasi dengan teman sebaya, serta lingkungan pendidikan.
Selain menjadi ruang pembelajaran, Bedah Kasus “Kepingan Intan” juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Psikologi UNESA dalam menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan dan kesejahteraan psikologis remaja. Pemahaman yang lebih baik terhadap berbagai bentuk kerentanan diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan sikap empatik, kritis, dan responsif terhadap persoalan psikologis yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being, melalui penguatan pemahaman mengenai kesehatan dan kesejahteraan psikologis remaja. Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 4: Quality Education, karena memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual kepada mahasiswa melalui keterlibatan praktisi dan pembahasan kasus berdasarkan pengalaman di lapangan.
Melalui kegiatan Bedah Kasus “Kepingan Intan”, mahasiswa baru Fakultas Psikologi UNESA diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai dinamika permasalahan remaja, tetapi juga mampu mengembangkan kepekaan terhadap lingkungan dan memahami pentingnya dukungan psikologis yang tepat bagi remaja. Pengalaman tersebut menjadi salah satu langkah awal bagi mahasiswa untuk menghubungkan pembelajaran psikologi dengan realitas permasalahan yang berkembang di masyarakat.
Share It On: