Fakultas Psikologi UNESA Hadirkan Psikoedukasi Self Healing bagi Mahasiswa
SURABAYA - Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya
(UNESA) menyelenggarakan psikoedukasi bertajuk “Self Healing untuk Mahasiswa:
Belajar dari Keluarga untuk Relasi yang Lebih Sehat” pada Jumat, 25 September
2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menjadi bagian
dari rangkaian Bulan Kesehatan Mental 2026 dan diikuti oleh mahasiswa
Universitas Negeri Surabaya.
Menghadirkan Khairunnisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai pemateri, kegiatan ini mengajak
mahasiswa memahami keterkaitan antara proses berpikir, kondisi kesehatan
mental, serta hubungan dengan orang-orang di sekitar. Materi juga mengarahkan
mahasiswa untuk mengenali pola pikir yang kurang adaptif dan membangun cara
berpikir yang lebih sehat.
Salah satu pembahasan dalam kegiatan adalah mengenai
distorsi kognitif, yaitu pola pikir yang dapat membuat seseorang memandang
suatu kejadian secara kurang akurat dan kemudian memicu munculnya emosi
negatif. Mahasiswa diperkenalkan pada beberapa bentuk distorsi kognitif,
seperti mind reading, fortune telling, negative judgement, all-or-nothing
thinking, generalisasi, magnification, minimalisasi, hingga blaming.
Melalui contoh yang dekat dengan kehidupan mahasiswa,
peserta diajak melihat bagaimana satu kejadian dapat memunculkan pikiran,
perasaan, perilaku, hingga respons fisik tertentu. Salah satu contohnya adalah
ketika mahasiswa menghadapi penolakan judul penelitian dan kemudian
menyimpulkan bahwa dirinya tidak mampu atau tidak akan bisa lulus. Dalam sesi
ini, peserta diajak membedakan antara kejadian yang sebenarnya terjadi dengan
makna atau pikiran yang muncul setelahnya.
Untuk membantu mahasiswa mengidentifikasi pola pikir tersebut,
pemateri memperkenalkan Thought Record. Peserta diajak mencatat kejadian yang
dialami, emosi yang muncul, pikiran otomatis yang menyertai, serta bukti yang
mendukung pikiran tersebut. Setelah itu, peserta diarahkan untuk mencari
pikiran alternatif yang lebih rasional berdasarkan kondisi dan bukti yang ada.

Selain mengelola pikiran, peserta juga diajak memahami pentingnya memiliki support system. Keluarga, teman, komunitas, maupun tenaga profesional dapat menjadi sumber dukungan ketika mahasiswa menghadapi situasi yang terasa berat. Materi juga menekankan bahwa ketika pikiran dan masalah yang dihadapi sudah sulit dikelola sendiri, mahasiswa dapat memanfaatkan layanan konseling yang tersedia di kampus maupun layanan psikologi lainnya.
Melalui psikoedukasi ini, Fakultas Psikologi UNESA memberikan ruang bagi mahasiswa untuk lebih mengenali proses berpikir dan respons emosional yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghadapi berbagai situasi dengan cara yang lebih adaptif sekaligus membangun relasi yang lebih sehat dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Kegiatan “Self Healing untuk Mahasiswa: Belajar dari Keluarga untuk Relasi yang Lebih Sehat” turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui edukasi mengenai kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa, serta SDG 4: Quality Education melalui penyediaan edukasi psikologis yang mendukung pengembangan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di luar pembelajaran akademik.
Share It On: